Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Saham Alibaba Naik 6%, Umumkan Primary Listing di Hong Kong?

Udah tau belum saham Alibaba melonjak 6% karena mau primary listing di Hong Kong? Di sisi lain, Cusss kepo-in harga kripto di kuartal II tahun ini.

Saham Alibaba Naik

Saham Alibaba Naik 6% setelah Umumkan Rencana Primary Listing di Hong Kong?

Saham Alibaba yang terdaftar di Hong Kong melonjak 6% pada hari Selasa (26/07) setelah perusahaan mengatakan akan mengajukan dual primary listing di Hong Kong.

Saham raksasa teknologi tersebut sudah diperdagangkan di bursa AS dan Hong Kong, tetapi listing di Hong Kong ini adalah yang kedua.

Proses primary listing di Hong Kong diharapkan akan selesai sebelum akhir 2022, kata perusahaan tersebut dalam siaran pers.

Pada saat penulisan, terpantau saham Alibaba (NYSE: BABA) pada Senin (25/07) ditutup di harga $101,06 atau setara Rp1,51 juta.

Walmart Pangkas Prospek Laba Gara-gara Inflasi!

Inflasi buat Walmart hati-hati!

Saham Walmart turun setelah perusahaan tersebut memangkas ekspektasi labanya karena inflasi menyebabkan para konsumen membelanjakan lebih banyak untuk makanan dan lebih sedikit untuk elektronik mau pun kategori lainnya.

CEO Doug McMillon mengatakan penurunan harga yang agresif pada barang-barang seperti pakaian juga merusak margin.

Saham Walmart jatuh, seperti halnya saham retailer lain, termasuk Target, dan raksasa e-commerce Amazon. Pada saat penulisan, terpantau saham Walmart pada Senin (25/07) ditutup di $132,02 atau setara Rp1,97 juta.

Begini Deretan Harga Bitcoin CS di Kuartal II

Pada kuartal kedua 2022, banyak aset kripto mengalami pergerakan harga yang lebih rendah daripada tiga bulan lalu. 

Namun, tak seluruh aset kripto mengalami kerugian besar. Dilansir dari Bitcoin.com, Senin (25/7), berikut performa deretan kripto teratas sepanjang kuartal 2 2022. 

Bitcoin (BTC)

Selama kuartal kedua 2022, bitcoin (BTC), merosot 42,92 persen nilainya terhadap dolar AS. Pada kuartal kedua, Bitcoin sempat turun hingga kisaran USD 20.000 atau sekitar Rp 299,5 juta. Padahal token terbesar di dunia itu sempat berada di harga USD 40.000 pada awal 2022.
 
Ethereum (ETH)

Statistik juga menunjukkan ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, kehilangan 47,24 persen selama tiga bulan terakhir. Sementara sebagian besar kerugian ekonomi kripto berasal dari dua aset kripto yang disebutkan di atas, berbagai macam mata uang digital dengan posisi teratas telah kehilangan nilai besar.

Binance Coin (BNB)

Namun, Binance coin (BNB), kripto jaringan Binance Smart Chain hanya turun 33,67 persen di Q2, yang menjadikan BNB berkinerja terbaik selama kuartal kedua di antara sepuluh aset kripto jajaran teratas. Penurunan 42 persen BTC adalah kinerja pasar terbaik kedua dari sepuluh besar.

Cardano (ADA)

Kemudain Cardano (ADA) berhasil menangkap kinerja pasar terbaik ketiga sepuluh besar di Q2. ADA kehilangan nilai 45,49 persen terhadap dolar AS dalam tiga bulan. Sedangkan, XRP kehilangan 48,99 persen di Q2, sementara dogecoin (DOGE) kehilangan 48,51 persen. Solana (SOL) adalah sepuluh besar pemain pasar terburuk karena kehilangan 59,19 persen selama kuartal kedua 2022.

Bitfinex dan Tether Luncurkan Aplikasi Komunikasi Peer-to-Peer, Keet

Crypto exchange Bitfinex dan penerbit stablecoin USDT, Tether, pada hari Senin (25/7) mengumumkan bahwa mereka berkolaborasi dengan tim protokol open-source Hypercore untuk meluncurkan aplikasi komunikasi peer-to-peer (P2P) bernama Keet.

Keet memungkinkan sekelompok pihak tertentu untuk bertukar komunikasi instan berupa video, pesan, hingga file dengan cara yang benar-benar P2P. Adapun pendekatan ini meningkatkan penawaran terenkripsi peer-to-peer yang populer tetapi terpusat, seperti Zoom dan WhatsApp, karena data yang dibagikan oleh para pengguna tidak diteruskan ke server yang terpusat setiap saat.

Dengan layanan ini, koneksi dibuat murni antara pengguna yang mengambil bagian dalam obrolan, yang dapat menurunkan latensi dan meningkatkan keandalan.

Saat ini, Keet diluncurkan dalam versi alpha. Pengguna dapat mengunduh aplikasi di situs webnya. Versi seluler dari aplikasi ini diharapkan akan diluncurkan pada November mendatang.

Posting Komentar untuk "Saham Alibaba Naik 6%, Umumkan Primary Listing di Hong Kong?"